BAB 3.
DAMPAK GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN
STANDAR KOMPETENSI :
3
Memahami
dampak Globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
KOMPETENSI DASAR :
3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya
globalisasi bagi bangsa Indonesia.
3.2 Mendeskripsikan politik luar negeri
dalam hubungan internasional di era global.
3.3 Mendeskripsikan dampak globalisasi
terhadap kehidupan bermasyarakat.
3.4 Menentukan sikap terhadap dampak
globalisasi.
ALOKASI WAKTU :
14
Jam pelajaran ( 7 kali
pertemuan )
Dilaksanakan pada pertemuan ke-1
sampai dengan ke 7.
INDIKATOR PENCAPAIAN HASIL BELAJAR
:
Setelah
mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu memahami pengaruh dan menyikapi mampu
globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam bab
ini siswa akan memperoleh informasi baik melalui tayangan gambar maupun melalui
uraian tentang :
- Makna globalisasi.
- Hubungan internasional dan politik luar negeri Indonesia di era global.
- Dampak globalisasi bagi masyarakat, bangsa dan negara.
- Menyikapi dampak globalisasi.
Pertemuan ke 1.
GLOBALISASI
DALAM BERBAGAI aspek KEHIDUPAN
Coba
sejenak kita ingat kembali kejadian gempa bumi yang melanda daerah kita
Sumatera Barat khususnya kota Padang dan Pariaman dan sekitarnya pada tanggal
30 september 2009 yang baru lalu.Dalam waktu yang singkat berita tersebut
tersebar keseluruh penjuru dunia.Sehingga mengundang para relawan dunia untuk
ikut ambil bagian dalam upaya meringankan penderitaan bagi warga yang tertimpa
musibah. Pemilihan ratu sejagat,
pertandingan sepak bola atau olympiade sains dan olah raga, dapat dengan
mudah kita tonton melalui layar kaca dirumah kita masing-masing. Seolah dunia
dapat masuk melalui jendela dan pintu rumah kita dengan leluasa. Dengan telepon
genggam kita bisa berkomonikasi dengan saudara
dan teman kita di luar negeri. Bahkan alat ini semakin canggih dengan
adanya trend yang sedang melanda baik dikalangan kaum muda maupun kaum tua,
karena dengan telepon genggam ini pula kamu dapat berkomonikasi dengan cara
yang di sebut E-Mail dan Face-Book istilahnya.
Dari
warung internet atau istilah lain yang lebih modern disebut cafe internet dan
nama lainya, kita bisa mengakses berbagai informasi terkini di seluruh dunia. Dunia
menjadi kian sempit , jarak bukan lagi
menjadi penghalang untuk kita sampai
pada suatu tempat dengan singkat. Barang, uang dan jasa dapat bergulir dan
berpindah dari suatu tempat ketempat lain dengan mudah dan cepat, rekayasa
teknologi disegala bidang hampir setiap hari kita temukan diberbagai penjuru
dunia. Baik teknologi yang berdampak positif maupun teknologi yang bila salah
dalam pemanfaatannya akan membawa petaka bagi manusia , di temukan secara
inovatif oleh orang diberbagai belahan penjuru dunia. Ini merupakan kenyataan
bukan mimpi belaka.
A.Makna Gobalisasi .
1.Pengertian
Globalisasi
Istilah
globalisasi berasal dari kata Globe (peta dunia yang berbentuk bola dari kata ini kemudian muncul istilah
global yang artinya meliputi seluruh
dunia) dan selanjutnya menjadi istilah globalisasi yang bermakna sebuah proses
mendunia. Atau proses terbentuknya tatanan , aturan, dan sistim yang berlaku
bagi bangsa - bangsa diseluruh dunia.
Globalisasi membuat dunia menjadi tanpa batas dan berlaku bagi semua bidang
kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya.
2.Proses
Globalisasi
Awal
gerakan globalisasi dimulai sejak zaman nabi Musa beberapa abad yang lalu.
Yakni ketika Nabi Musa berusaha memperjuangkan kaumnya untuk terlepas dari
perbudakan yang dilakukan oleh bangsa Firaun di Mesir Kuno. Kemudian pada abad
pertengahan sampai pada generasi berikutnya melahirkan apa yang disebut dengan Universal
Declaration of Human Rights. Sementara itu gagasan tentang globalisasi
dibidang demokrasi atau di bidang
politik juga telah ada yaitu pada masa Yunani kuno, yang di promotori oleh
Aristoteles dan Polybius dengan memperkenalkan teorinya dan menerapkannya di negara – negara kota ( polis-polis )
Yunani.
Globalisasi
juga sering digambarkan sebagai suatu “ proses penyatuan seluruh warga
dunia menjadi suatu kelompok masyarakat global”. Namun hal ini tidaklah mungkin , karena nilai – nilai sosial,
ekonomi, dan budaya sangat jauh berbeda. Maka di era global penyatuan yang
menjadi cita – cita itu hanyalah penyatuan yang bersifat semu. Karena pada
kenyataannya setiap bangsa dan setiap negara memiliki tatanan nilai dan budaya
yang berbeda-beda.
Didukung
oleh teknologi yang sangat canggih, terutamanya teknologi komonikasi , proses
globalisasi berdampak sangat kompleks , ini dialami oleh negara – negara di
dunia tanpa terkecuali indonesia. Berbagai barang dan informasi dengan berbagai
tingkatan kualitas tersedia untuk dikonsumsi. Dampaknya adalah terjadi berbagai
perubahan terhadap tatanan pola pikir, sikap dan pola tingkah laku manusia
dapat diubah dengan mudah.dan selanjutnya akan menjalar pada perubahan tatanana
hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan, kebangsaan dan sistim budaya bangsa.
Terjadi pergeseran nilai-nilai didalam masyarakat, sebagaiman yang sedang
terjadi di indonesia.
3.
Makna Globalisasi Bagi Bangsa Indonesia.
Globalisasi
bukan hanya tantangan bagi kita akan tetapi juga merupakan peluang bagi bangsa
kita untuk menjadi lebih maju dan mampu sejajar dengan bangsa-bangsa lain di
dunia. Globalisasi nejadikan batas – batas politik , ekonomi, antar bangsa
menjadi samar, hubungan antar bangsa menjadi transparan. Globalisasi juga
berdampak sangat luas terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dibidang
kebudayaan, bahasa inggris dan bahasa jepang, menjadi menjadi bahasa yang
universal. Namun bahas ibu atau bahasa daerah harus tetap dilestarikan, dan
bahasa indonesia menjadi semakin penting. Para ahli menyatakan salah satunya
adalah Naisbitt , bahwa semakin kita menjadi universal , semakin tumbuh pula
sikap kesukuan ( primodialisme ).
Globalisasi juga semakin menumbuhkan sikap untuk melestarikan dan
memperkuat jati diri atau identitas bangsa. Disatu sisi globalisasi menjadikan
orang di berbagai penjuru dunia untuk bersatu namun disisi lain globalisasi
juga menumbuhkan rasa kebangsaan yang berlebihan ( chauvinistis ).
Era
globalisasi ekonomi, indonesia terkena dampaknya dengan harus mengikuti
liberalisasi perdagangan, karena bila kebijakan ini tidak diikuti oleh
pemerintah indonesia maka embargo ekonomi adalah tantangan yang akan kita
terima. Hal ini tentunya akan merugikan bangsa indonesia yang masih sangat
tergantung dengan produk – produk impor, investasi, utang serta bantuan luar
negeri.
Bagi bangsia
indonesia yang terpenting dalam
menghadapi era globalisasi ternyata menjadikan bangsa kita bergiat untuk mulai
menata diri untuk dapat menjadi bangsa
yang fleksibel, mampu dan bersedia untuk menjadi kreatif dan inovatif, mampu
menguasai hal-hal yang serba berubah dengan cepat, tertarik dan siap untuk
belajar seumur hidup, memiliki kepekaan sosial dan kemampuan berkomonikasi sesuai
dengan tuntutan zaman,mampu bekerja dalam tim, mampu menyiapkan
internasionlisasi pasaran kerjakerja melalui pengertian bermacam-macam
budaya,cakap, trampil dan profesional sebagaiman yang dikemukakan oleh Ulrich
Teicher. Hanya dengan mengasah dan melatih serta menambah ilmu pengetahuanlah
bangsa ini mampu menghadapi era global dengan dengan sukses.
KEGIATAN DISKUSI :
MENGAKSES
PER BANKAN LEWAT UJUNG JARI
Perkembangan
teknologi telekomonikasi dan informasi kini memungkinkan orang bisa melakukan
berbagai hal dari ponselnya.Fungsinya menjadi bukan sekedar alat telekomonikasi
. salah sau yang dapat dilakukan dengan alat ini adalah melakukan transaksi
perbankan kapanpun dan dimanapun. Bagi yang mudik atau pulang kampung bisa saja
melakukan transaksi selama di perjalanan.
Dahulu
bila orang hendak melakukan transaksi perbankan seperti mengecek saldo,
membayar tagihan atau rekening hingga transfer uang harus meluangkan waktu
untuk antre di loket bank. Tentunya ini akan menyita waktu , apalagi bila jarak
bank dengan domisili sangat jauhditambah lagi dengan adanya antrean banyak nasabah yang menunggu giliran.
Ketika
teknologi ATM diperkenalkan orang juga masih harus antre , karena ATM juga
berfungsi sama dapat digunakan sebagai
alat pembayaran berbagai tagihan.. Saat ini layanan SMS Banking telah
mampu menjawab semua kendala diatas.Dapat dilakukan kapan dan dimanapun tanpa
harus mendatangi kantor Bank. Syaratnya adalah seluler tersebut berada pada jangkauan BTS ( Base
Transeiver Station ).
Ponsel
adalah perangkat yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebahagian besar
manusia di dunia, untuk indonesia penggunanya selalu meningkat mencapai 30 %
pertahun. Berbagai layanan dapat ditawarkan melalui alat ini.
TUGAS KELOMPOK.
PETUNJUK :
Bacalah
artikel diatas dan diskusikan dengan beberapa temanmu , kemudian berikan
jawaban beberapa pertanyaan dibawah ini dengan jelas pada selembar kertas yang
telah disediakan, selanjutkan prentasikan didepan kelas jawaban kelompokmu
masing-masing.
Pertanyaan
:
- Setelah membaca artikel diatas menurut siswa apa yang dimaksud dengan globalisasi...?.
- Menurut siswa manfaat apa yang dapat dinikmati dengan menggunakan ponsel ...?
- Menghadapi berbagai perubahan kemajuan teknologi, sikap apa yang bisa dilakukan oleh pelajar...?
- Melihat perkembangan pengguna ponsel di indonesia, sebaiknya langkah –langkah apa yang perlu dilakukan bila ingin memanfaatkan globalisasi menjadi lebih bedampak nilai ekonomis bagi bangsa indonesia...
PERTEMUAN 2
B.DAMPAK GLOBALISASI BAGI BANGSA INDONESIA.
Untuk
menghadapi globalisasi yang berdampak negatif dan positif membutuhkan komitmen
dan prinsip moral yang kuat. Untuk itu beberapa sifat yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam
mengahadapi era global idealnya bangsa
indonesia memiliki beberapa sifat tersebut seperti :
1)
Mamapu
meningkatkan produktifitas kerja.
2)
Memiliki
kemampuan berfikir kritis dan inovatif.
3)
Memiliki
ilmu dasar yang luas dan ketrampilan kerja yang tinggi.
4)
Kesiapan
untuk melanjutkan belajar dan meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan.
5)
Fleksibel
dan adaptif.
6)
Moralitas
yang bersumber pada nilai-nilai agama yang kuat dan baik untuk diyakini.
Globalisasi
juga membawa akibat bagi bangsa indonesia yang multi etnis dan multibudaya,
akan membawa ancaman pada keutuhan bangsa dan negara. Tantangan yang paling
kuat adalah tekanan yang datang dari luar negeri dalam wujud ekonomi, politik,
maupun budaya. Sampai saat ini bangsa indonesia masih sangat tergantung dengan kekuatan negara
asing dibidang ekonomi.
Akibat dari
ketergantungan kita pada ekonomi asing kadang membawa dampak pada
ketergantungan pada bidang politik. Pengaruh budaya asing atau kultur asing
yang diperdengarkan dan dipertontonkan dalam bentuk tayangan musik dan film
asing, yang menjadi faforit kaum muda di indonesia, juga dapat membahayakan
keutuhan bangsa. Gaya hidup yang dianut oleh kaum muda yang merupakan gambaran
gaya hidup masyarakat global juga berdampak pada lunturnya nilai-nilai
tradisional yang ada. Apalagi Mass Media dengan gencarnya mempromosikan gaya
hidup global ini dengan sangat transparan. Kemajuan .Mass Media yang menayangkan
budaya global , sangat sulit ditolak,
dan sangat efektif menjadi alat dalam menghancurkan budaya dan nilai- nilai
yang dipegang oelh warga masyarakat.
Globalisasi
bagi indonesia merupakan era untuk tetap waspada, apalagi dibidang budata , ekonomi dan
perdagangan, karena melalui jalur ini,
interaksi perdagangan ternyata membawa dampak munculnya berbagai
penyakit yang dahulunya tidak di kenal oleh bangsa indonesia. Sekaligus negara
indonesia menjadi kebanjiran barang-barang produk luar negeri. Namun
globalisasi juga mendorong bangsa indonesia untuk selalu meningkatkan kemajuan di
segala bidang, terutamanya iptek.
Globalisasi
juga mengakibatkan pasar-pasar tradisional menjadi tersingkir, dan semakin
tergusur, digantikan dengan pasar-pasar modern. Namun disisi lain terjadi
perubahan cara pelayanan dalam menawarkan barang dan jasa, pasar tradisional
juga berbenah diri dalam upaya mengimbangi tumbuhnya pasar modern. Contohnya
dengan penataan yang lebih berfariatif serta memperhatikan masalah higenis, dan
penataan manajemennya.
Tantangan
yang paling membahayakan adalah berupa munculnya berbagai kecendrungan ,
menguatnya berbagai kelompok berdasarkan etnis ( suku ) di masyarakat. Bila hal
ini tidak disikapi dengan bijaksana, maka bisa saja “ Sumpah Pemuda “, Satu
Nusa Satu Bangsa “ dan “Satu Bahasa” hanya jadi catatan sejarah saja. Karena
ada kecendrungan akhir – akhir ini di
berbagai daerah di indonesia yang merasa tidak puas dengan kebijakan yang
diambil oleh pemerintah pusat. Dengan mudahnya kelompok masyarakatini mengancam untuk “merdeka” lepas dari NKRI.
Demikianlah
pengertian dan makna globalisasi bagi bangsa indonesia, kesemuanya harus
disikapi dengan bijaksana, tetap menjadikan nilai nilai pancasila sebagai
pijakan dan petunjuk dalam rangka menyikapinya , sehingga globalisasi dapat
dilalui dan dimaknai dengan makna yang positif. Tetap tegak dengan kokoh pada
akar keyakinan dan budaya yang dikenal luhur. Globalisasi mau tidak mau
mengharuskan adanya pergeseran cara berfikir, pergeseran cara perilaku, namun
tidak harus menjadikan suatu bangsa kehilangan jati diri.
KEGIATAN PERTEMUAN 3
GLOBALISASI
PERDAGANGAN, GLOBALISASI PENYAKIT
Globalisasi
dalam skala deras mulai bergulir sejak diluncurkannya berbagai perundingan
perdagangan di bawah General Agreement on Tariffs and Trade ( GATT ), dan
kemudian World Trade Organisation (WTO ) , dampaknya adalah membuat lancar arus
barang , jasa modal bahkan mobilisasi hewan dan manusia. Selain positif serta
negatif , dampaknya terhadap dunia perekonomian dan sosial yang diakibatkan sebagai
konsekuensi dari globalisasi ternyata resiko penyebaran penyakit dari satu wilayah
ke wilayah yang lain , atau dari satu benua kebenua yang lain juga sangat
memungkinkan.
Penyebaran
firus folio, sindrome pernafasan akut parah (SARS ), AIDS, cikunguknya dan flu babi , adalah berbagai
penyakit yang dulunya tidak ditemui atau sudah lama hilang kini muncul kembali
di indonesia, bahkan menjadi mewabah di
berbagai derah di negara kita. Ada yang melalui kontak antar manusia, tumbuhan, makanan,
bahkan bulu binatang.
Dirjen pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan mengatakan,
bahwa dari pemeriksaan terhadap isolat firus folio di Sukabumi di ketahui bahwa
firus tersebut sama dengan yang ditemukan di Arab Saudi. Sementara Arab Saudi
sendiri mengakui bahwa firus tersebut berasal dari Sudan Afrika Barat yang
dibawa oleh jemaah Haji ke Arab Saudi.
Dugaan sementar masuknya firus
tersebut ke Indonesia adalah dibawa oleh para TKI yang bekerja di Arab. Atau
mungkin oleh jemaah Haji di Arab Saudi. Bahkan WHO mengatakan bahwa secara
genetis firus folio Sukabumi mirip dengan yang muncul di Nigeria. Firus yang
sama yang muncul di Sudan juga merupakan firus yang berasal dari Nigeria, sebab
Sudan sudah dinyatakan bebas folio sejak tahun 2001. Masuknya firus ini ke Indonesia boleh jadi melalui TKI ,
atau bangsa afrika yang sering mondar-mandir ke Indonesia.Firus lain yang tak
kalah berbahaya adalah penyakit Antracea, atau penyakit mulut dan kuku . Firus
ini pernah menjadi berita dan disikapi secara berlebihan oleh berbagai negara.
Penyebaran yang cepat dan daya rusak yang dahsyat menyebabkan virus ini dapat
dimanfaatkan oleh terorisme sebagai senjata biologis. Yang mampu membuat sebuah
negara sekuat apapun bertekuk lutut.
Penularannya bisa terjadi tanpa disengaja dan menyebar
melalui impor daging atau rhewan hidup.
Sekali menyebar, dampaknya luar biasa. Bisa berakibat bencana besar di bidang
ekonomi ( ekspor ternak dan daging di tolak, atau bahkan harus memusnahkan
jutaan hewan ternak ). Bahkan citra bangsa menjadi hancur dimata dunia
internasional. Sekat batas wilayah kedaulatan negara yang lumer akibat
globalisasi membuat dunia semakin tidak aman dari resiko penyebaran penyakit.
(Sumber Kompas dengan perubahan 24 Mei 2005 )
TUGAS KELOMPOK :
Petujuk
:
1) Setelah
membaca wacana tersebut dan memahaminya jawablah beberapa pertanyaan di bawah
ini dengan argumen yang tepat.
2) Tuliskan
jawaban pada selembar kertas dan presentasikan hasil diskusi.
Pertanyaan
:
- Dari artikel tersebut dapatkah siswa paparkan apa saja bentuk-bentuk globalisasi…?
- Menurut siswa adakah kemungkinan cara lain yang dapat menyebabkan berpindahnya berbagai firus dari satu negara ke negara lain selain yang telah dipaparkan di dalam artikel…?
- Menurut siswa bagaimana caranya bangsa indonesia mampu membendung berbagai firus yang kemungkinan mengancam bangsa ini dengan berbagai cara yang ada…?
- Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah mengahadapi berbagai ancaman akibat globalisasi perdagangan…?
KEGIATAN PERTEMUAN 4
GELIAT RANDAI DITENGAH HINGAR BINGAR KESENIAN GLOBAL
Konon kabarnya
kesenian randai pertama kali dimainkan oleh masyarakat Pariangan Kabupaten
Tanah Datar. Hal ini dilakukan ketika mereka berhasil menangkap seekor rusa yang
keluar dari laut. Biasanya randai di mainkan pada saat perayaan pesta
perkawinan,pengangkatan penghulu, atau pada hari besar agama tertentu.
Pemda Sumatera Barat mengemas
Kesenian Randai ini sebagai “ Icon “ Sumatera Barat untuk menarik wisatawan.
Kesenian ini sendiri sudah dipentaskan di beberapa daerah di Nusantara bahkan
ke beberapa penjuru dunia. Dahsyatnya randai versi Inggris juga pernah
dipentaskan oleh sekelompok mahasiswa di Universitas Hawai.
Namun ironisnya ditempat asalnya sendiri, Sumatera Barat,
randai menjadi kesenian yang asing bagi generasi mudanya. Padahal kesenian ini
adalah kesenian yang unik, karena menggabungkan beragam kesenian menjadi satu
pementasan yang utuh. Dalam kesenian randai sangat kental budaya melayunya, bahkan
tarian yang mengiringi kesenian inipun sangat khas. Budaya masyarakat
Minangkabau tercermin didalam kesenian ini. Namun entah kenapa generasi
Minangkabau sangat asing dengan kesenian ini dan semakin lama semakin menjauh
dari berbagai kesenian daerahnya
sendiri.
TUGAS MANDIRI
Petunjuk
:
Berikan pendapat siswa tentang
fenomena yang sedang melanda generasi muda Minang Kabau menyikapi keseniannya
sendiri dengan menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini .
Pertanyaan
:
- Menurut kamu apa yang dibicarakan dalam artikel ini…?
- Berikan alasan apa yang menjadi penyebab generasi muda Minang atau siswa enggan menggeluti kesenian Randai…?
- Menurut pendapatmu apa pengaruh globalisasi terhadap perkembangan kesenian daerah khususnya kesenian minang..?
- Coba paparkan apakah ada pengaruh positif globalisasi terhadap kesenian randai khususnya dan kesenian daerah pada umumnya…
Pertemuan 5
Politik luar negeri dan
hubungan internasional di era global
Globalisasi membawa
konsekuensi ikutnya suatu bangsa dalam
percaturan dan hubungan dengan bangsa lain. Segala kebijakan dilakukan
pemerintah dalam upaya mewujudkan tujuan nasional yang tercantum didalam Pembukaan UUD 1945 . di era globalisasi saat ini kebijakan mengirimkan tenaga kerja
ke luar negeri adalah suatu upaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
rakyat sekaligus meningkatkan devisa negara .Mewujudkan kepentingan nasional
dengan cara atau strategi kerja sama baik dibidang ekonomi, politik, budaya dan
sosial dengan bangsa lain didunia. Kerja sama ini yang kita kenal dengan
hubungan politik negeri .Dalam paparan berikut ini akan siswa temukan berbagai
pengertian yang berhubungan dengan politik luar negeri Indonesia di era global.
A.Pengertian Politik Luar
Negeri.
Banyak pengertian yang telah
diungkapkan dan dirumuskan oleh ahli-ahli tata negara di dunia ini, yang
membahas tentang pengertian politik luar negeri. . Politik
luar negeri diartikan sebagai skema atau pola dari cara dan tujuan secara
terbuka dan tersembunyi dalam aksi negara tertentu berhadapan dengan negara
lain atau kelompok negara lain.Politik luar negeri adalah strategi dan taktik
yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan negara-negara
lain. Dalam arti luas, politik luar negeri
adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan
negara-negara lain.
Menurut buku Rencana Strategi
Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1988), politik
luarnegeri diartikan sebagai “suatu
kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannyadengan dunia internasional dalam usaha untuk
mencapaitujuan nasional”. Melalui
politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa.
Dari
uraian di muka sesungguhnya dapat diketahui bahwa tujuan politik luar negeri
adalah untuk mewujudkan kepentingan nasional. Tujuan tersebut memuat gambaran mengenai
keadaan negara dimasa mendatang , serta kondisi masa depan yang diinginkan.
Namun keputusan untuk menetapkan bentuk dan cara berhubungan dengan negara lain
atau melakukan hubungan politik luar negeri Indonesia harus diawali dengan
mempertimbangkan hal-hal baik factor internal dan eksternal bangsa ini.
B.Perkembangan
Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dari mada ke
masa.
a.
fase kemerdekaan (1945 ) sampai dengan 1997.
Sejarah
Kelahiran Politik Luar Negeri Republik Indonesia yang Bebas Aktif diawali
dengan terjadinya peristiawa internasional yang terjadi pada saat akhir
menjelang bangsa Indonesia akan memproklamasikan kemerdekaannya. Peristiwi internasional
yang terjadi adalah meletusnya Perang Dunia II pada tahun1 1939,
antara dua blok kekuatan. Kedua blok tersebut adalah negara-negara
Poros dengan negara-negara Sekutu. Pada awal peperangan kemenangan selalu
diraih oleh pihak negara-negara Poros. Bagian dari Perang Dunia II ini yang
terjadi di Asia dikenal dengan sebutan Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik.
Pada
awalnya kemenangan Perang Asia Timur Raya ini ada di pihak Jepang, sehingga dalam waktu yang
sangat singkat Jepang dapat menguasai hampir seluruh wilayah Asia Tenggara,
termasuk Indonesia. Angkatan perang Amerika Serikat di bawah komando Jenderal
Mc. Arthur dan Laksamana Chester Nimitz berhasil menggulung angkatan perang
Jepang; sedangkan Laksamana Lord Louis Mountbatten menyerbu Birma dari Barat,
dan Asia Tenggara. Dari Saipan dan Okinawa, angkatan udara Amerika Serikat membom
kota-kota di Jepang.
Pada
tanggal 6 Agustus1945 bom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima,sedangkan bom kedua
dijatuhkan di kota Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945. Di antara kedua peristiwa pemboman
tersebut Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang,yaitu pada tanggal 8
Agustus 1945, akhirnya Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 menyatakan menyerah
tanpa syarat kepada Sekutu.Berakhirlah Perang Asia Timur Raya.
Dengan
menyerahnya Jepang kepada Sekutu, di Indonesia terjadi
kekosongan kekuasan. Kesempatan ini digunakan oleh para pemimpin bangsa
Indonesia untuk mempersiapkan lebih matang kemerdekaannya.Tepat pada tanggal 17
Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka. Sejak
saat itu muncullah dua kekuatan raksasa dunia, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.Kedua
kekuatan raksasa tersebut sering terjadi perselisihan pendapat. Perselisihan
tersebut mencapai puncaknya setelah berakhirnya Perang Dunia II. Perkembangan
hubungan kedua negara raksasa yang mewakili kedua blok yang ada dalam masa
pasca perang dikenal dengan nama Perang Dingin. Pembagian
dunia yang seolah-olah hanya terdiri atas dua blok tersebut, masing-masing
menuntut agar semua negara yang ada didunia menjatuhkan pilihannya kepada salah
satu blok. Pilihan itu adalah demikian ketatnya, sehingga sikap tidak pro sudah
dianggap anti, sedangkan sikap netral dikutuk.
Bagi
pemerintah Indonesia pada awal kemerdekaan,menghadapi keadaan seperti itu masih
dengan keraguan. Meskipun amanat alinea I dan alineIV Pembukaan UUD 1945 cukup
jelas, namun karena keadaan yang belum memungkinkan, maka belum mempunyai sikap
yang tegas terhadap politik luar negeri dengan adanya dua blok besar tersebut.
. Perkembangan
selanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia menghadapi berbagai kesulitan.
PerundinganTiga Negara (KTN) dari PBB terputus, karena Belanda menolak usul
Critchly Dubois; sementara oposisi dari Front Demokrasi Rakyat (FDR) - PKI yang
dipimpin oleh Muso semakin menghebat. FDR-PKI
mengusulkan,agar dalam meyikapi pertentangan antara Amerika Serikat dengan Uni
Soviet tersebut pihak Pemerintah RI memihak kepada Uni Soviet. Untuk menanggapi
sikap FDR-PKI tersebut maka Wakil Presiden Mohammad Hatta yang waktu itu memimpin
Kabinet Presidensil dalam memberikan keterangannya di depan Badan Pekerja
Komite Nasional Indonesia Pusat BP-KNIP) tanggal 2 September 1948 mengemukakan
pernyataan yang merupakan penjelasan pertama tentang politik luar negeri
Republik Indonesia, yaitu “Politik Bebas
Aktif”. Mohammad Hatta mengemukakan : …… mestikah kita bangsa Indonesia, yang
memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita, hanya harus memilih antara
pro Rusia atau Pro Amerika? Apakah tak ada pendirian
yang harus kita ambil dalam mengejar cita-cita kita?
Pemerintah
berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil ialah supaya kita jangan
menjadi objek dalam pertarungan politik internasional, melainkan kita harus
tetap menjadi subjek yang menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan
tujuan kita sendiri, yaitu Indonesia merdeka seluruhnya.
Selanjutnya
Mohammad Hatta mengemukakan.... Perjuangan kita harus diperjuangkan di atas
dasar semboyan kita yang lama : Percaya akan diri sendiri dan berjuang atas
kesanggupan kita sendiri. Ini tidak berarti bahwa kita
tidak akan mengambil keuntungan dari pergolakan politik internasional. Memang
tiap-tiap politik untuk mencapai kedudukan negara yang kuat ialah mempergunakan
pertentangan internasional yang ada itu untuk mencapai tujuan nasional.
Politik luar negeri yang bebas
dan aktif sebagaimanatelah dicanangkan oleh Mohammad Hatta dalam perjalanan
sejarah bangsa Indonesia terus mengalami perkembangan, yaitu Kabinet Natsir pada
bulan September 1950 memberi keterangan di depan Parlemen,dengan
meninjau politik luar negeri dari segi pertentangan antara Amerika Serikat dan
Uni Soviet.
Dalam keterangan tersebut
antara lain disebutkan: Antara dua kekuasaan yang timbul, telah muncul
persaingan atas dasar pertentangan ideologi dan haluan yang semakin meruncing.
Kedua belah pihak sedang mencari dan mendapatkan kawan atau sekutu, Dalam
keadaan yang berbahaya itu Indonesia telah memutuskan untukmelaksanakan politik
luar negeri yang bebas. Dalam
menjalankan politik yang bebas itu kepentingan rakyatlah yang menjadi
pedomannya, di samping itu pemerintah akan berusaha untuk membantu tiap-tiap
usaha untuk mengembalikan perdamaian dunia, tanpa jadi politik oportunis yang
hanya didasarkan perhitungan laba dan membentuk golongan atau blok: Blok Barat
dan Blok Timur.
Selanjutnya Kabinet Sukiman
pada bulan Mei 1951 juga memberikan keterangan di muka parlemen,yang antara
lain mengatakan : Politik luar negeri RI tetap berdasarkan Pancasila, pandangan
hidup bangsa yang menghendaki perdamaian dunia. memelihara hubungan
persahabatan dengan setiap bangsa. Pada bulan Mei 1952 Kabinet
Wilopo juga menyatakan bahwa bentuk dari politik luar negeri Indonesia tidak
memilih salah satu pihak untuk selamanya dengan mengikat diri kepada salah satu
blok dalam pertentangan itu, dan tidak mengikat diri untuk selamanya; akan
tidak campur tangan atau bersifat netral dalam tiap-tiap peristiwa yang terbit
dari pertentangan antara dua kelompok negara besar.
b. Politik Luar Negeri Bebas Aktif pada Masa Orde
Baru.
Penegasan politik Luar Negeri Bebas-Aktif yang dituangkan di dalam
Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 ditegaskan : Dalam bidang politik luar negeri yang
bebas aktif diusahakan agar Indonesia terus dapat meningkatkan peranannya dalam
memberikan sumbangannya untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia yang
abadi, adil dan sejahtera. Hal – hal yang diatur didalam nya adalah :
- Terus melaksanakan politik luar negeri yangbebas aktif dengan mengabdikannya kepada Kepentingan Nasional, khususnya pembangunan ekonomi.
- Mengambil langkah-langkah untuk memantapkan stabilitas wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya, sehingga memungkinkan negara-negara di wilayah ini mampu mengurus masa depannya sendiri melalui pengembangan ketahanan nasionalnya masing-masing, serta memperkuat wadah dan kerjasama antara negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
- Mengembangkan kerjasama untuk maksud - maksud damai dengan semua negara dan badanbadan internasional dan lebih meningkatkan peranannya dalam membantu bangsa-bangsa yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya tanpa mengorbankan Kepentingan dan Kedaulatan Nasional.
c.Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Era Reformasi
Sidang Umum MPR 1999 juga kembali mempertegas politik luar negeri
Indonesia. Dalam
ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 sebagai
berikut :
1)
Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan
nasional
2)
Menitik beratkan pada solidaritas antar negara
berkembang,
3)
Mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa,
4)
Menolak
penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan
kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
5)
Meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat
pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional,melalui kerjasama ekonomi regional
maupun internasional dalam rangka stabilitas, kerjasama dan pembangunan
kawasan.
6)
Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang
untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan
AFTA, APEC dan WTO.
7)
Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negara
negara sahabat serta memperlancar prosedur diplomatic dalam upaya melaksanakan
ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana
8)
Meningkatkan
kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung
dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas pembangunan dan
kesejahteraan.
Kebijakan Presiden SBY tentang politik luar
negeri dinyatakan dengan ketegasannya terhadap kebijakan meningkatkan kerjasama
internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka
memperjuangkan kepentingan nasional. Prestasi Indonesia sejak 1 Januari 2007
menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, dimana tugas Republik Indonesia
di Dewan Keamanan PBB adalah :
1) Ketua Komite Sanksi
Rwanda
2)
Komite kerja untuk pasukan penjaga perdamaian
3)
Ketua Komite penjatuhan sanksi untuk Sierra Leone
4) Wakil Ketua
enyelesaian konfik Sudan
5) Wakil Ketua Komite
penyelesaian konfik Konggo
6)
Wakil Kertua
Komite penyelesaian konfik Guinea Bissau
D. Penyimpangan pelaksanaan
Politik Luar Negeri Indonesia.
Dalam sepanjang perjalanan sejarahnya, ternyata
politik luar negeri yang bebas aktif tersebut mengalami penyimpangan, yaitu
pada masa pemerintah Orde lama (1960-1965). Pada masa tersebut Republik
Indonesia semakin terikat pada blok komunis, sedangkan negara-negara blok Barat
dimusuhi dan dicap sebagai “nekolim”, kolonialisme imperialisme gaya baru. Persahabatan dan
perdamaian didunia menjadi berkonfrontasi dengan negara serumpun mengganyang
Malaysia. Pada masa Orde Lama itu muncullah apa yang dikenal dengan nama poros Jakarta-Pnom Penh - Hanoi- Peking –
Pyong yang, dan berakhir pada klimaksnya peristiwa pemberontakan komunis
dengan G. 30.S/PKI nya pada tanggal 30 September1965.
E. Penyimpangan pelaksanaan
Politik Luar Negeri Indonesia.
Dalam sepanjang perjalanan
sejarahnya, ternyata politik luar negeri yang bebas aktif tersebut mengalami
penyimpangan, yaitu pada masa pemerintah Orde lama (1960-1965). Pada masa
tersebut Republik Indonesia semakin terikat pada blok komunis, sedangkan
negara-negara blok Barat dimusuhi dan dicap sebagai “nekolim”, kolonialisme imperialisme
gaya baru.
Persahabatan dan perdamaian
didunia menjadi berkonfrontasi dengan negara serumpun mengganyang Malaysia.
Pada masa Orde Lama itu muncullah apa yang dikenal dengan nama poros Jakarta-Pnom Penh - Hanoi- Peking –
Pyong yang, dan berakhir pada klimaksnya peristiwa pemberontakan komunis dengan
G. 30.S/PKI nya pada tanggal 30 September1965.
EGIATAN KELOMPOK
SISWA PRAKTEK KEWARGANEGARAAN
Petunjuk :
Buatlah kelompok diskusi
yang beranggotakan 4 orang tiap kelompok, untuk menyelesaikan tugas dibawah
ini. Selanjutnya presentasikan didepan kelas hasil dari tugas kelompok yang
telah di selesaikan.
Kegiatan :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar